Episode #2
Pakde kedatangan tamu Ibu ZUBAIDAH, istri paranormal terkenal KI KEBO. Ia mengadukan nasibnya yang hendak dimadu. Melalui ramalan dan penglihatannya, Pakde menyampaikan bahwa Ki Kebo sesungguhnya telah memiliki istri muda. Dan sekarang sebenarnya meminta izin Ibu Zubaidah untuk menikahi istri ketiga.
Pakde tak kuasa menahan geli ketika kemudian kedatangan RENITA, seorang penyanyi dangdut. Renita merupakan perempuan yang hendak dijadikan istri ketiga oleh Ki Kebo. Pakde juga sempat tegang, ketika kedua wanita itu tanpa sengaja harus saling berpapasan.
Nasehat Pakde untuk Ibu Zubaidah dan Renita akhirnya sanggup memuaskan keduanya.
Jenna tercengang ketika hasil test-pack menyatakan dirinya hamil. Setelah diberitahukan Jenna, Artha bersedia bertanggungjawab dan menikahinya. Saat terberat adalah ketika Jenna akhirnya harus memberitahukan ibunya. Kehamilannya memaksanya mengundurkan diri dari pemilihan Putri Nusantara.
Ibu Lola kecewa namun berusaha ikhlas menerima kenyataan. Apalagi ia kemudian menceritakan kepada Jenna sepenggal masalalunya yang selama ini terpendam.
Sementara itu, Ibu Ajeng tidak diam saja. Ia mendatangi Jenna dan Ibu Lola dan menyarankan agar Jenna melakukan aborsi, dan dia bersedia menanggung semua biayanya. Jenna bersikeras akan mempertahankan kandungannya dan menikah dengan Artha. Ibu Ajeng pun terkesan seakan mengalah.
Tiara mendatangi Wahyu di kantornya, namun tak bisa berjumpa dengannya. Ia lalu mendatangi rumah sakit bersalin dan berhasil bertemu dengannya. Wahyu ketakutan kehadiran Tiara akan diketahui oleh Eulis, dan meminta Tiara pergi. Tiara pun bersedia, setelah Wahyu berjanji akan menghubunginya nanti malam.
Semalaman Tiara menunggu, Wahyu tak kunjung menghubunginya. Keesokan harinya, ia menunggu kepulangan Wahyu, Euilis dan bayi mereka di depan pintu rumah sakit. Perbuatan nekatnya sempat membuat Wahyu ketakutan.
Sebelum suaminya memasuki rumah, Chitra, Pipit, Biba dan Sondang sempat melarikan diri. Chitra dan Pipit kemudian menginap di kantor LSM. Namun dr Rustam tak diam saja. Ia menemukan Chitra di kantor LSM. Chitra pun ketakutan dan kemudian pindah dan mengontrak rumah. Semua seakan berakhir ketika dr Rustam mengirimkan pengacara untuk menyampaikan gugatan cerai. Namun, diam-diam dr Rustam berhasil melacak keberadaan istri dan anaknya.
Pakde kembali menggali lubang di halaman belakang. Ali menemaninya dengan didera penasaran. Ia tidak berani bertanya, Pakde pun tak bersedia menjelaskan.