CHITRA hidup dalam ketakutan karena tak pernah bisa menduga kapan pukulan bertubi-tubi mendarat di tubuhnya selama suaminya, Rustam, berada di rumah. Citra bisa saja lari atau melawan, tapi meski peluang itu ada, ia tidak sanggup melakukannya. Cinta pada Pipit, anak tunggalnya, yang menjadi motivator perubahan hidupnya.